Rorompok Abdi

Minggu, 11 Februari 2018
0 Comments
Hasil gambar untuk gambar kuas


Seperti halnya aliran seni, kuas cat air ada dalam berbagai macam dari bentuk, ukuran, bahan, sampai harga. Dari berbagai tipe bentuk, ukuran, dan bahan Watercolor brush akan memengaruhi gaya melukis kita. Kali ini, kita bahas sedikit perbedaan tipe kuas cat air yang biasa dipakai oleh seniman/ilustrator dalam berkarya.
Kuas cat air umumnya lebih halus dibandingkan dengan kuas akrilik atau cat minyak. Karena kegunaannya, kuas cat air digunakan untuk zat cair dan tidak memiliki kepekatan dengan akrilik atau cat minyak. Pegangannya juga pendek, sedangkan kuas akrilik atau cat minyak didesain untuk digunakan melukis jauh dari jangkauan. Kali ini Kopling mau membahas bermacam-macam bentuk kuas cat air.
Round

Round Brush sangat popular gunakan oleh watercolorist karena fleksibilitasnya. Ia mempunyai bentuk yang bulat dan ujung kuas saat basah dapat membuat garis yang tebal dan halus. Kuas ini baik digunakan untuk lukisan besar serta detail-detail kecil pada lukisan.
Flat


Kuas berbentuk datar ini memiliki ferrule datar, lurus, dan biasnya pipih persegi, tetapi kadang ada yang persegi panjang. Hasil garis yang dihasilkan dari flat brush ini akan lurus. Flat brush digunakan untuk melukis area tepi yang kecil sehingga tidak akan melebar seperti kita memakai round brush.
Ada 3 tipe flat brush:
1. Bright:  sama seperti flat brush tapi melengkung ke dalam di ujung, jadi sedikit lebih pendek.

2. Angular: bergantung pada sudut di mana kita akan melukis, bentuk kuasnya diagonal lebih mirip seperti round brush. Karena fleksibilitasnya, bentuk ini menjadi watercolor brush favorit untuk dipakai.
3. Filbert: filbert brush memiliki ferrule datar dan bentuknya yang oval.
Wash brush
Mop: memiliki rambut-rambut halus yamg digunakan untuk jumlah besar dan cocok digunakan untuk melukis di area yang besar. Mop dibuat dari bulu tupai atau domba.
Hake: dibuat oleh Jepang dengan bulu domba. Kuas ini sangat halus.
Detail Brush
Seperti judulnya, kuas ini digunakan untuk menggambar detil-detil kecil karena ujungnya yang lancip. Ada bermacam-macam detail brush:
1. Spotters: Baik untuk melukis detail, karena mereka memiliki panjang rambut yang sangat pendek. Tidak akan melekuk ketika melukis titik kecil.
2. Riggers: biasanya tipe rigger ini digunakan untuk lettering dan tepat untuk menggambar apapun yang membutuhkan garis tipis seperti rumput.
Materials
Kuas-kuas yang terbuat dari bahan alami umumnya akan lebih mahal karena mampu menahan cairan lebih banyak dan memiliki ketahanan untuk mempertahankan bentuk dan bertahan lebih lama. Meskipun, tak bisa dipungkiri bahwa saat ini kuas sintetis bisa mendekati kualitas yang terbuat dari bahan-bahan alami.
Kolinsky Sable
Kuas ini memiliki daya serap yang baik dan kuat sehingga ketahanannya juga baik. Terbuat dari bulu musang yang biasa dijadikan bahan untuk mantel musim dingin.
Red Sable
Lebih murah daripada kuas sintetis tapi memiliki kualitas lebih baik. Terbuat dari jenis marten.
Squirrel, Ox, and Goat
Kuas yang terbuat dari bulu tupai sangat lembut; sementara kuas yang terbuat dari bulu kambing masih cukup lembut dan lebih terjangkau; dan kuas yang terbuat dari rambut sapi sedikit lebih tebal dari bulu tupai.
Synthetic
Terbuat dari nilon atau poliester. Kuas sintetis ini lebih murah dan kualitasnya mendekati dengan kuas dengan bahan alami.
Ukuran
Ukuran yang paling umum dari kuas cat air berkisar dari #0000 #24 (sekitar 3/4″), tetapi kamu dapat menemukan ukuran hingga #50; semakin kecil angkanya, semakin kecil ukuran kuas. Tapi, ukuran ini bergantung dari pabrik pembuatnya.
Nah, sekarang sudah kenal kan dengan macam-macam watercolor brush. Sekarang tinggal pilih, kuas mana yang cocok untuk gambar kalian!

macam-macam kuas

Minggu, 04 Februari 2018
0 Comments


semoga bisa bermanfaat bagi anda, terimakasih.

skecht art: spray paint

Video ini membantu kita untuk bisa tau cara menggambar skecht mata. semoga bisa membantu anda.terimakasih.

Tutorial Menggambar

Macam Teknik Melukis

Yang juga harus diperhatikan dalam melukis adalah teknik melukis itu sendiri, ada beragam teknik melukis yang bisa digunakan untuk membuat suatu lukisan. Adapun “9 Teknik Melukis” yaitu :

1. Teknik Aquarel

Hasil gambar untuk gambar teknik aquarel

Teknik aquarel adalah teknik melukis dengan menggunakan cat air dengan sapuan warna tipis sehingga menghasilkan warna transparan.

2. Teknik Plakat

Hasil gambar untuk gambar teknik plakat
Teknik plakat yaitu teknik melukis dengan menggunakan cat poster, cat minyak, cat akrilik dengan sapuan warna yang tebal, sehingga menghasilkan warna yang padat dan menutup.

3. Teknik semprot / spray

Hasil gambar untuk gambar teknik semprot atau spray
Teknik spray dikenal sebagai teknik semprot, yaitu teknik melukis dengan bahan dasar bahan cair yang digunakan dengan menggunakan sprayer. Teknik ini banyak digunakan untuk membuat reklame visual.

4. Pointilis

Hasil gambar untuk gambar teknik pointilis

Pointilis adalah teknik melukis dalam membuat gelap terang objeknya dengan membuat unsur- unsur titik.

5. Tempera

Hasil gambar untuk gambar teknik tempera
Tempera adalah teknik melukis pada dinding bangunan ketika dinding masih basah cat mulai disapukan sehingga hasilnya menyatu dengan arsitekturnya. Lukisan dinding sering disebut juga dengan gambar mural.

6. Teknik kolase

Hasil gambar untuk gambar teknik kolase
Teknik kolase adalah teknik dengan cara menempel. Ide- idenya dari abstrak sampai realis. Bahan yang digunakan bervariasi dari yang murah sampai ke yang paling mahal dapat digunakan sebagai media dengan cara merangkai atau merakit suatu karya seni.

7. Teknik mozaik

Hasil gambar untuk gambar teknik mozaik
Teknik ini dilukiskan pada bagian dinding, lantai, ataupun langit- langit bangunan. Idenya dari yang abstrak sampai yang realis, sedangkan pelaksanaanya dengan menempelkan batu- batuan kecil atau kaca berwarna maupun benda- benda berwarna. hasil lukisan teknik ini banyak terdapat di Mesir, India dan Tiongkok(China).

8. Teknik Cat Minyak

Hasil gambar untuk gambar teknik cat minyak
Teknik pengerjaan ini sering dikerjakan beberapa seniman dalam pameran seni lukis. Cara ini dikerjakan lebih bebas baik konvensional maupun nonkonvensional. Dapat dikerjakan dengan atau Iijn olie, atau yang nonkonvensional misalnya cat air tersebut dicampur dengan semen putih, pasir atau bahan eksperimen lainnya. Bahkan pelukis besar seperti Affandi melukis langsung dari tube cat tanpa bantuan kuas. Media yang digunakan adalah kanvas, kain blaco, kertas, karton, papan, dan kaca.

9. Teknik Fresco

Hasil gambar untuk gambar teknik fresco
Teknik ini merupakan lukisan dinding(mural) yang menggunakan cat air sebagai media alat berekspresi. Berdasar istilahnya, fresco berasal dari kata fresh yang artinya segar. Maksudnya lukisan diniding ini dilakukan pada saat dinding tersebut dalam keadaan basah. Karena lapisan dinding basah, maka cat akan melekat kuat.

Teknik Melukis

Minggu, 28 Januari 2018
0 Comments

 10 Cara Mudah untuk Meningkatkan Kreatifitas
Hasil gambar untuk gambar kreatifitas

Apakah Anda merasa kreatif? atau sebaliknya, apakah Anda merasa tidak kreatif? Apapun jawaban  Anda, Anda tetap bisa meningkatkan kreatifitas Anda. Apapun profesi Anda saat ini, anda dapat dengan mudah meningkatkan kreatifitas Anda melalui langkah-langkah menurut Brian Tracy.

Mungkin Anda seringkali berpikir bahwa kreatifitas hanyalah milik sebagian orang saja, seperti penulis, ilmuwan, atau artis. Tidak, kreatifitas merupakan kemampuan alami manusia yang dianugrahkan oleh Allah seperti saat kita bernafas. Setiap orang mampu memiliki kreatifitas yang tinggi karena dia menginginkannya. Kreatifitas dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Kreatifitas sama seperti otot kita, bila tidak kita latih dan gunakan secara baik, maka otot akan kehilangan kekuatannya.
Untuk menjadi kreatif, Anda tidak perlu memiliki IQ atau kecerdasan yang tinggi. Banyak orang yang memiliki IQ tinggi tetapi  tidak dapat melakukan apa-apa untuk membuat hidupnya lebih baik. Mereka hanya bekerja pada pekerjaan yang tidak mereka sukai, karena terpaksa, sehingga mereka bekerja hanya untuk gaji dan bekerja pada level jauh di bawah potensi mereka sesungguhnya.
Sedangkan kecerdasan sebenarnya berhubungan dengan cara Anda bertindak dan bergerak. Jika Anda bertindak dengan cerdas, maka Anda cerdas. Kualitas kecerdasan (kejeniusan) seseorang dapat diukur melalui 3 hal dasar, yaitu :
  • Open Minded-ness. Semakin terbuka cara berpikir Anda, maka semakin terbuka dan kreatif terhadap ide baru dan pemecahan terhadap sebuah masalah.
  • Kemampuan konsentrasi dalam sebuah hal/masalah. Dalam kata lain, Anda harus memiliki kemampuan untuk fokus dalam sebuah hal atau masalah Anda.
  • Kemampuan untuk memecahkan masalah secara sistematis. Anda harus melihat sebuah masalah sebagai sebuah sistem, bukan sebuah masalah yang saling terpisah satu sama lain.
Demikianlah 3 hal dasar yang dapat digunakan sebagai ukuran kecerdasan seseorang. Lalu bagaimana langkah untuk meningkatkan kreatifitas? Berikut 10 langkah mudah untuk meningkatkan kreatiifitas.
1. Ubahlah cara berpikir Anda dari negatif ke positif
Semakin positif cara berpikir Anda, membuat Anda semakin percaya diri dan optimis dalam menghadapi permasalahan. Selanjutnya Anda akan semakin kreatif dalam mencari solusi segala permasalahan Anda. Biasakanlah Anda mengatakan “Ya ini merupakan kesempatan untuk menjadi lebih baik” dalam menghadapi sebuah rintangan.
2. Tulislah secara detail mengenai situasi kesulitan yang Anda hadapi
Tulislah segala hal yang berkaitan dengan tantangan Anda, Apa yang menjadi penyebab Anda tertekan? Apa yang Anda kuatirkan? Kenapa Anda tidak bahagia? Ini bukan berarti berpikir negatif, tapi dengan menulisnya Anda selanjutnya akan berpikir untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut.
3. Selalu bertanya
Jangan terlalu cepat puas dengan jawaban singkat dari permasalahan Anda. Berlatihlah juga untuk menjawab sebuah permasalahan atau pertanyaan dari sudut pandang yang berbeda. Misalnya bisnis Anda sedang menurun, kenapa menurun? mengapa penjualannya menurun? apa karena semakin banyak kompetitor? atau karena produk Anda semakin menurun kualitasnya?  Dengan semakin banyak pertanyaan yang dapat Anda buat, maka Anda akan terpacu untuk semakin kreatif mencari solusinya.
4. Definisikan Batasan, Buat Alternatif Solusi
Anda harus mampu mengidentifikasi apa saja yang menjadi batasan Anda untuk menyelesaikan permasalahan Anda. Kemudian Anda harus mencari alternatif-alternatif solusi sesuai dengan batasan yang Anda miliki.
5. Lakukan keputusan yang terbaik dari beberapa alternatif solusi yang Anda buat
Pilihkan keputusan yang terbaik setelah Anda membandingkannya dengan alternatif lainnya.
6. Buatlah Planning bila keputusan terbaik Anda tidak berjalan sesuai harapan Anda.
Anda harus menyiapkan rencana bila hasil evaluasi keputusan terbaik Anda tidak sesuai dengan tujuan awal Anda.
7. Tetapkan satuan pengukuran dalam keputusan Anda
Anda harus menetapkan ukuran untuk mengetahui perkembangan pencapaian tujuan Anda. Bagaimana cara Anda dapat mengetahui bahwa Anda sudah sukses?
8. Menerima semua tanggung jawab dari keputusan yang telah dibuat.
Anda harus berani menghadapi semua resiko dan hasil dari keputusan yang telah Anda buat.
9. Tentukan deadline
Anda harus menentukan deadline dari semua tujuan Anda. Misalkan Anda ingin tahun depan memiliki penghasilan per tahun sebesar 120 juta/tahun. Selanjutnya Anda mesti mem break-down apa saja yang Anda lakukan tiap bulan, tiap hari, tiap jam, bahkan tiap menit untuk mencapai tujuan Anda.
10. Anda harus Take Action (Bertindak)
Bertindaklah, sibukkanlah diri Anda, dan terus bergerak. Tentukan Prioritas Tujuan Anda. Semakin cepat Anda dan semakin jelas tujuan Anda, semakin kreatif diri Anda dalam mencapai tujuan Anda. Anda juga akan semakin banyak memiliki energi dan waktu untuk belajar. Semakin banyak belajar maka semakin cepat Anda dapat mengembangkan kapabilitas diri Anda dan mencapai sesuatu yang lebih baik bagi masa depan Anda.

10 Cara Mudah untuk Meningkatkan Kreatifitas

Hasil gambar untuk gambar kaligrafi

Pengertian Kaligrafi, "Kaligrafi adalah ilmu seni menulis indah, ia berasal dari bahasa asing, yaitu: Bahasa inggris:Caligraphy is (art) beautiful hand writing. Bahasa latin: Calios: indah; Graph: tulisan, jadi artinya adalah tulisan indah. Kaligrafi dalam bahasa Arab disebutal-khoth, yang berarti: guratan garis atau tulisan.


Definis Kaligrafi dari beberapa pakar:

AMenurut Syaikh Syamsuddin Al-Ahfani : Pengertian khath (kaligrafi) adalah: "Ilmu yang mempelajari bermacam bentuk huruf tunggal, pisah dan tataletaknya serta metode cara merangkainya menjadi susunan kata atau cara penulisannya di atas kertas dan sebagainya" (Al-akfani -Irsyadul Qasid).

B. Menurut Yaqut Al-Musta'shimy : "Kaligrafi adalah seni arsitektur yang dieksoresikan lewat alat keterampilan".

C. Menutut Ubaid bin Ibad : " Khat merupakan duta/utusan dari tangan, sedang pena adalah dutanya" 

Jenis-jenis Khat:

Dalam perkembangannya muncul banyak jenis khat kaligrafi, tidak semua khath tersebut bertahan hingga saat ini. Terdapat 8 (delapan) jenis khat kaligrafi yang populer yang dikenal oleh para pecinta seni kaligrafi di Indonesia, yaitu;

1. Khat Naskhi

Gaya Naskhi  - Kaligrafi gaya Naskhi paling sering dipakai orang-orang islam, baik untuk menulis naskah keagamaan maupun tulisan sehari-hari. Gaya Naskhi termasuk gaya penulisan kaligrafi tertua. Sejak kaidah penulisannya dirumuskan secara sistematis oleh Ibnu Muqlah pada abad ke-10, gaya kaligrafi ini sangat populer digunakan untuk menulis mushaf Alquran sampai sekarang. Karakter hurufnya sederhana, nyaris tanpa hiasan tambahan, sehingga mudah ditulis dan dibaca. [Didin Sirojuddin (2006)].

2. Khat Tsuluts 

Gaya Tsuluts - Kaligrafi ini merupakan seorang menteri  bahasa arabnya (wazir) di masa Kekhalifahan Abbasiyah. Tulisan kaligrafi gaya Tsuluts sangat ornamental, dengan banyak hiasan tambahan dan mudah dibentuk dalam komposisi tertentu untuk memenuhi ruang tulisan yang tersedia. Karya kaligrafi yang menggunakan gaya Tsuluts bisa ditulis dalam bentuk kurva, dengan kepala meruncing dan terkadang ditulis dengan gaya sambung dan interseksi yang kuat. Karena keindahan dan keluwesannya ini, gaya Tsuluts banyak digunakan sebagai ornamen arsitektur masjid, sampul buku, dan dekorasi interior, dan lain sebagainya.

3. Khat Farisi

Kaligrafi gaya Farisi - Seperti tampak dari namanya, kaligrafi gaya Farisi dikembangkan oleh orang Persia dan menjadi huruf resmi bangsa ini sejak masa Dinasti Safawi sampai sekarang. Kaligrafi Farisi sangat mengutamakan unsur garis, ditulis tanpa harakat, dan kepiawaian penulisnya ditentukan oleh kelincahannya mempermainkan tebal-tipis huruf dalam 'takaran' yang tepat. Gaya ini banyak digunakan sebagai dekorasi eksterior masjid di Iran, yang biasanya dipadu dengan warna-warni Arabes.

4. Khat Riq'ah

Gaya Riq’ah - Kaligrafi ini merupakan hasil pengembangan kaligrafi gaya Naskhi dan Tsuluts. Sebagaimana hal-nya dengan tulisan gaya Naskhi yang dipakai dalam tulisan sehari-hari. Riq’ah dikembangkan oleh kaligrafer Daulah Utsmaniyah, lazim pula digunakan untuk tulisan tangan biasa atau untuk kepentingan praktis lainnya. Karakter hurufnya sangat sederhana, tanpa harakat, sehingga memungkinkan untuk ditulis cepat.

5. Khat Ijazah

Gaya Ijazah (Raihani) - Tulisan kaligrafi gaya Ijazah (Raihani) merupakan perpaduan antara gaya Tsuluts dan Naskhi, yang dikembangkan oleh para pakar kaligrafer Daulah Usmani. Gaya ini lazim digunakan untuk penulisan ijazah dari seorang guru kaligrafi kepada muridnya. Karakter hurufnya seperti Tsuluts, tetapi lebih sederhana, sedikit hiasan tambahan, dan tidak lazim ditulis secara bertumpuk (murakkab).

6. Khat Diwani

Gaya kaligrafi Diwani - Kaligrafi ini dikembangkan oleh kaligrafer Ibrahim Munif. Kemudian, disempurnakan oleh Syaikh Hamdullah dan kaligrafer Daulah Usmani di Turki akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16.Gaya ini digunakan untuk menulis kepala surat resmi kerajaan. Karakter gaya ini bulat dan tidak berharakat. Keindahan tulisannya bergantung pada permainan garisnya yang kadang-kadang pada huruf tertentu neninggi atau menurun, jauh melebihi patokan garis horizontalnya. Model kaligrafi Diwani banyak digunakan untuk ornamen arsitektur dan sampul buku.

7. Khat Diwani Jali

Gaya Diwani Jali - Kaligrafi ini merupakan pengembangan gaya Diwani. Gaya penulisan kaligrafi ini diperkenalkan oleh Hafiz Usman, seorang kaligrafer terkemuka Daulah Usmani di Turki. Anatomi huruf Diwani Jali pada dasarnya mirip Diwani, namun jauh lebih ornamental, padat, dan terkadang bertumpuk-tumpuk. Berbeda dengan Diwani yang tidak berharakat, Diwani Jali sebaliknya sangat melimpah. Harakat yang melimpah ini lebih ditujukan untuk keperluan dekoratif dan tidak seluruhnya berfungsi sebagai tanda baca. Karenanya, gaya ini sulit dibaca secara selintas. Biasanya, model ini digunakan untuk aplikasi yang tidak fungsional, seperti dekorasi interior masjid atau benda hias.

8. Khat Kufi

Gaya Kufi - Kaligrafi gaya kufi, penulisannya banyak digunakan untuk penyalinan Alquran periode awal. Karena itu, gaya Kufi ini adalah model penulisan paling tua di antara semua gaya kaligrafi. Gaya ini pertama kali berkembang di Kota Kufah, Irak, yang merupakan salah satu kota terpenting dalam sejarah peradaban Islam sejak abad ke-7 M.

Mengenal Kaligrafi

Minggu, 21 Januari 2018
0 Comments

- Copyright © Blog Dian - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -